Bangkit. Rapi. Bertumbuh.
Saya adalah pelaku bisnis dan investor dengan pengalaman membangun dan mengelola usaha di Australia, Switzerland, Indonesia dan Vietnam.
Saya merupakan generasi kedua dari salah salah satu perusahaan distributor supply chain (pabrik ke pabrik) terbesar disalah satu provinsi di Vietnam.
Selain menjalanklan bisnis inti distribusi industri, saya juga aktif sebagai investor di sektor F&B dan hospitality, meliputi hotel group, restoran, dan coffee shop.
Di sektor properti, saya berfokus pada kepemilikan aset seperti hotel room, apartemen, studio, kos-kosan dan modern private villa, dengan seluruh unit dikelola oleh management professional untuk memastikan performa dan keberlanjutan investasi jangka panjang.
Perjalanan bisnis saya dimulai dari pengalaman awal dalam pengelolaan usaha yang sudah berjalan, sebelum kemudian berkembang melalui eksplorasi peluang dan konsistensi eksekusi.
Pada 2013, saya mulai terlibat dalam bisnis kos-kosan di Indonesia sebagai bagian dari bisnis sampingan keluarga. Di fase ini, saya belajar hal paling mendasar dalam bisnis properti seperti cash flow, okupansi, dan manajemen penyewa.
Dua tahun kemudian, pada 2015, saya memberanikan diri membangun bisnis rental mobil. Dari bisnis inilah saya benar-benar merasakan dinamika operasional harian, menghadapi risiko, mengelola aset, dan membangun kepercayaan pelanggan dari nol.
Tahun 2016 menjadi titik penting dalam hidup saya. Saya berangkat ke Australia untuk menempuh studi di bidang F&B, namun jiwa entrepreneur saya tidak pernah berhenti bekerja. Melihat kebutuhan mahasiswa Indonesia akan hunian, saya memulai bisnis sewa-menyewa apartemen dengan segmen pasar student Indonesia.
Sekembalinya dari Australia, saya kembali ke Indonesia dan memperluas portofolio usaha. Saya menjalankan jual beli sepeda motor dan mobil, sambil tetap melanjutkan bisnis rental mobil dan kos-kosan. Fase ini mengajarkan saya tentang likuiditas, kecepatan transaksi, dan pentingnya jaringan dalam bisnis.
Pada 2019, saya melanjutkan pendidikan akhir di Switzerland dengan fokus F&B dan Hotel Management. Namun sekali lagi, saya tidak hanya belajar di ruang kelas. Saya membangun bisnis freelance katering untuk special occasion dan event, dengan target pasar mahasiswa Asia dan Eropa. Di sinilah saya memahami standar internasional dalam layanan, kualitas, dan manajemen hospitality—pengalaman yang sangat membentuk arah bisnis saya ke depan.
Setelah kembali ke Indonesia, saya kembali membangun dan mengembangkan usaha. Saya membuka kedai UMKM, melanjutkan bisnis-bisnis yang sudah berjalan, serta mendirikan sekolah vokasi berbasis pariwisata dan bahasa asing. Bisnis-bisnis ini berjalan dengan baik dan stabil.
Di saat yang sama, saya kembali masuk ke sektor otomotif roda dua, serta membangun bisnis rumahan homemade sandal. Sebuah pengingat bahwa bisnis tidak selalu harus besar untuk bisa bertumbuh dan memberi nilai.
Puncak dari rangkaian perjalanan ini membawa saya ke Vietnam tahun 2022, tempat saya akhirnya membuka restoran kelas atas dengan konsep fine dining. Di negara ini pula saya mengembangkan bisnis inti keluarga sebagai generasi kedua dari salah salah satu perusahaan distributor supply chain (pabrik ke pabrik) terbesar disalah satu provinsi di Vietnam.
Selain menjalanklan bisnis inti distribusi industri, saya juga aktif sebagai investor di sektor F&B dan hospitality, meliputi hotel group, restoran, dan coffee shop. Di sektor properti, saya berfokus pada kepemilikan aset seperti hotel room, apartemen, studio, kos-kosan dan modern private villa, dengan seluruh unit dikelola oleh management professional untuk memastikan performa dan keberlanjutan investasi jangka panjang.
Sejak awal, fokus studi dan minat utama saya berada di industri Food & Beverage. Saya secara khusus menempuh pendidikan F&B dan hospitality di luar negeri, membangun pemahaman dari sisi operasional, manajemen, hingga standar layanan internasional. Namun dalam perjalanan, realitas bisnis membawa saya keluar dari jalur industri utama tersebut. Di titik perjalanan yang saya sebut sebagai “titik nol”, saya justru kembali membahas dan menempatkan F&B sebagai fondasi utama. Di fase ini, peran saya lebih banyak berada sebagai investor dan strategic partner di sektor F&B, memastikan bisnis berjalan dengan struktur yang sehat dan berkelanjutan.
Titik Nol saya buat sebagai ruang pertemuan bagi para pelaku usaha, investor untuk berkolaborasi dan membangun peluang jangka panjang. Bukan hanya membahas keluhan bisnis semata, tetapi untuk menciptakan koneksi yang relevan dan bernilai kedepannya. Bagi saya, “titik nol” bukan langkah mundur, melainkan titik pertemuan.